Sleman, 15 November 2025 – Mahasiswa Program Magister Farmasi Klinik (MFK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Pengabdian masyarakat berupa Edukasi Penggunaan Antibiotik secara Bijak dan Pelayanan Kesehatan bagi Lansia. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Jetakan, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, yang bekerja sama dengan Kader Posyandu Lansia Semar.
Kegiatan ini diketuai oleh apt. Abd. Rahman Akuba, S.Farm, bersama dengan para anggota tim apt. Hanifah Icsan Septiyorini, S.Farm., apt. Sri Rahayu Ningsi, S.Farm., apt. Nita Rezkiana Anwar, S.Farm., dan apt. Putri Wulandari Resky Ananda, S.Si yang merupakan mahasiswa MFK Universitas Gadjah Mada. Kelompok pengabdian ini dibimbing oleh dosen pengajar yang berkaitan dengan infeksi, yaitu Prof. Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm dan Prof. apt. Ika Puspita, M.Si., PhD.Peran (apt. Abd. Rahman Akuba, S.Farm) dalam memimpin kegiatan ini sang
at penting, mengingat tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kelompok lansia, mengenai pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat agar terhindar dari risiko resistensi antimikroba. Acara ini diawali dengan pembukaan oleh moderator (apt. Putri Wulandari Resky Ananda, S.Si) yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh dosen pembimbing (Prof. apt. Ika Puspita, M.Si., PhD) yang memberikan arahan dan motivasi kepada para lansia yang datang di Posyandu Semar. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Edukasi mengacu pada Booklet BIJAK ANTIBIOTIK ‘INGAT 5 T’ yang juga dibagikan kepada para peserta yang hadir, edukasi ini dibawakan oleh (apt. Hanifah Icsan Septiyorini, S.Farm) dengan poin-poin penting yaitu :
1. Tidak membeli sendiri antibiotik tanpa resep dokter
2. Tidak menggunakan antibiotik selain infeksi bakteri
3. Tidak menyimpan antibiotik untuk persediaan di rumah
4. Tidak memberi antibiotik sisa kepada orang lain
5. Tanyakan kepada dokter atau apoteker informasi mengenai antibiotik
Selain edukasi dengan Prinsip 5 T, mahasiswa MFK UGM juga memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Kegiatan dimulai dengan meregistrasi lansia yang hadir, melakukan pemeriksaan tekanan darah, mengukur berat badan, dan tinggi badan untuk memantau kondisi fisik para lansia. Setelah itu dilakukan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol yang dilakukan oleh (apt. Sri Rahayu Ningsi, S.Farm) untuk mendeteksi risiko penyakit diabetes melitus, hiperuriemia, dan dislipidemia. Selanjutnya, para lansia mengikuti sesi konseling penggunaan obat yang diberikan oleh (apt. Nita Rezkiana Anwar, S.Farm). Dalam sesi ini, mereka diminta membawa obat masing-masing untuk dicek masa kadaluarsa dan diberikan arahan mengenai jadwal minum obat yang tepat agar terapi berjalan efektif. Setelah pemeriksaan dan konseling, mahasiswa memberikan vitamin sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh lansia.
Tidak hanya itu, kegiatan juga mencakup simulasi cuci tangan yang baik dan benar untuk mencegah infeksi, yang dipandu secara interaktif agar mudah dipahami. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari para lansia. Mereka mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat. Para peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan informasi yang mudah dipahami dan pemeriksaan kesehatan yang membantu mereka mengenai kondisi tubuh para lansia. Ibu Indah selaku Ibu Dukuh Dusun Jetakan, menyampaikan “Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan antibiotik yang tepat dan benar, saya harap ini merupakan kegiatan yang bisa dilanjutkan dan kami selalu membuka kerjasama untuk mahasiswa Magister Farmasi Klinik UGM untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat”, sementara itu, salah satu lansia, Ibu Suyati, mengatakan “Saya merasa terbantu dengan edukasi, pemeriksaan serta konseling yang diberikan oleh para mahasiswa, saya jadi lebih tahu bagaimana penggunaan obat yang baik dan benar, cara cuci tangan yang benar, yang bisa menunjang kesehatan saya”. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya lansia.2025