Penyuluhan Siap Antisipasi Dampak Anti Rasa Nyeri (SADAR) pada Posyandu Lansia

Pada Sabtu, 8 November 2025, kegiatan penyuluhan bertema “Siap Antisipasi Dampak Anti Rasa Nyeri (SADAR)” berhasil diselenggarakan di Rumah Ibu Beti Kartiningrum, Padukuhan Manukan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok lansia, mengenai penggunaan analgesik atau obat pereda nyeri secara tepat dan rasional.Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB, diikuti dengan pemeriksaan kesehatan rutin seperti pengukuran tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah bagi setiap peserta. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta dalam kondisi sehat sebelum mengikuti penyuluhan dan juga sebagai upaya untuk memantau kesehatan lansia secara berkala. Setelah itu, peserta memasuki sesi penyuluhan yang dipandu oleh anggota tim pengabdian masyarakat.

Dalam sesi penyuluhan, tim memberikan penjelasan tentang pentingnya penggunaan analgesik yang tepat. Di Indonesia, banyak masyarakat yang mengonsumsi obat nyeri tanpa pengawasan medis yang cukup, yang berpotensi menimbulkan efek samping seperti gangguan fungsi hati, ginjal, dan risiko ketergantungan. Oleh karena itu, tim pengabdian menyampaikan informasi mengenai cara penggunaan analgesik yang aman, termasuk dosis yang tepat, waktu penggunaan, dan cara penyimpanan yang benar. Selain itu, peserta juga diajak untuk membedakan mitos dan fakta seputar penggunaan obat nyeri. Setelah sesi materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung cukup interaktif. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan obat nyeri. Diskus ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi langsung dan lebih mendalam tentang cara penggunaan obat yang sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Tim pengabdian menjelaskan dengan rinci cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kesalahan penggunaan obat yang dapat berisiko pada kesehatan.

Untuk memperkuat pemahaman, tim pengabdian juga memperkenalkan flashcard edukatif kepada peserta. Flashcard ini berisi informasi penting mengenai penggunaan analgesik yang aman dan rasional. Flashcard tersebut diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi peserta untuk belajar mandiri di rumah, sehingga pengetahuan yang didapatkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Flashcard tersebut mencakup topik seperti jenis obat nyeri, efeksamping yang mungkin timbul, cara penyimpanan obat, dan kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat nyeri. Setelah sesi edukasi, acara dilanjutkan dengan pembagian makanan ringan dan snack sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Setiap peserta juga diberikan flashcard untuk dipelajari lebih lanjut di rumah. Tim pengabdian juga mengedarkan formulir evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Evaluasi ini penting untuk melihat efektivitas kegiatan penyuluhan dan memberikan gambaran tentang area yang perlu ditingkatkan pada kegiatan pengabdian mendatang.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta, khususnya anggota Posyandu Lansia yang hadir. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang penggunaan obat pereda nyeri yang rasional, tetapi juga merasa lebih percaya diri dalam mengelola kesehatan mereka sendiri. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi kesehatan, terutama dalam hal penggunaan obat yang aman.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memperluas dampakny kepada lebih banyak masyarakat, khususnya pada kelompok lansia yang sering kali rentan terhadap masalah kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya penggunaan obat yang rasional, serta meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia. 2025

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*